Tag Archives: Alfian Kuswantoro 43113110579

Progam Mobil Murah,Dampak dan Solusinya

PRESIDEN RI telah menandatangani Peraturan Pemerintah No.41/2013 tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang resmi diterbitkan Rabu 5 juni 2013. Peraturan ini menjadi payung hukum atas proyek Low Carbon Emission Program yang diharapkan dapat mendorong produksi dan penggunaan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Salah satu poin dalam aturan ini memberikan kemudahan fiskal bagi produsen mobil ramah lingkungan, yang bertujuan merangsang industri menciptakan kendaraan hemat bahan bakar minyak.

Payung hukum ini antara lain meliputi insentif perpajakan dan persyaratan pengembangan mobil Low Cost Green Car (LCGC), hybrid, listrik dan kendaraan dengan bahan bakar biofuel. Dalam pasal 3 ayat 1 huruf c disebutkan bahwa mobil hemat energi dan harga terjangkau selain sedan atau station wagon akan terkena Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak sebesar 0%. Peraturan tentang LCGC tersebut dikeluarkan sekaligus dalam rangka penghematan penggunaan bahan bakar minyak.

Mobil LCGC ini relatif terjangkau harganya di pasaran terutama untuk golongan ekonomi menengah ke atas, sehingga menarik minat masyarakat  untuk membeli dan menggunakannya karena tentunya lebih bagus, lebih safety, lebih nyaman, dan lebih aman dibandingkan menggunakan sepeda motor.

Kebijakan mobil LCGC ini banyak mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun masyarakat. Pihak-pihak yang setuju menyatakan bahwa siapapun tidak bisa melarang masyarakat untuk membeli mobil yang murah, irit dan ramah lingkungan, karena ini program pemerintah dan payung hukumnya jelas. Sementara itu pihak yang tidak setuju, menyatakan bahwa mobil murah akan menambah kemacetan karena populasi mobil yang beroperasi di jalan akan semakin bertambah, sementara jalan dan lahan parkir terbatas jumlahnya.

Terlepas dari pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai program mobil LCGC, kita perlu melihatnya dari dua sisi yang mungkin timbul yaitu dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya yang mungkin adalah penghasilan pajak negara dari otomotif akan bertambah, masyarakat golongan ekonomi menengah akan merasakan punya mobil baru dengan harga terjangkau, sebagian pengguna sepeda motor mungkin akan berpindah pada mobil murah, mencegah masuknya mobil murah dari luar negeri seperti dari Thailand yang sudah terlebih dahulu memproduksi mobil murah. Dampak negatifnya yang mungkin timbul adalah meningkatnya kepemilikan mobil pribadi yang  tentunya juga akan meningkatkan penggunaan mobil pribadi di jalan yang berakibat pada meningkatnya kepadatan lalu lintas, meningkatkanya konsumsi BBM, peminat angkutan umum akan semakin berkurang, dominasi angkutan pribadi pada angkutan lebaran akan semakin meningkat.

Bergulirnya program mobil murah ini dampaknya berantai, dan perlu upaya keras instansi terkait untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Kementerian ESDM merupakan instansi pemerintah yang terkena imbasnya harus berupaya keras menanggulangi dampak negatif yang timbul dari program mobil murah ini. Instansi lainnya yang harus bekerja keras untuk menanggulangi dampak negatifnya adalah pemerintah daerah khususnya di kota-kota besar. Walaupun ada wacana kalau mobil murah ini akan didistribusikan ke luar Jaea, namun karena design mobil murah ini adalah city car, sehingga apabila didistribusikan ke luar Pulau Jawa dan Bali, seperti Kalimantan, Papua, dan daerah lainnya yang kondisi jalannya kurang memadai dan mempunyai medan yang sulit untuk mobil jenis city car kemungkinan besar kurang laku.

Upaya yang perlu dilakukan dalam menanggulangi meningkatnya kepemilikan mobil pribadi adalah dengan mengurangi penggunaannya di jalan dalam artian masyarakat memang tidak bisa dilarang untuk membeli atau memiliki mobil pribadi baik mobil mahal maupun mobil murah, namun sebisa mungkin dilakukan upaya menghambat agar masyarakat enggan menggunakannya di jalan terutama pada hari kerja yang biasanya kondisi jalan cukup padat. Upaya tersebut antara lain menerapkan ERP, menaikkan tarif parkir, tidak diperbolehkan parkir pinggir jalan, menerapkan aturan jalan khusus yang hanya boleh dilalui angkutan umum,  menerapkan aturan nomor ganjil genap, dan yang paling penting adalah membangun transportasi publik yang murah, cepat, aman, dan nyaman serta peran penegak hukum di lapangan agar komitmen dan konsisten memberi sanksi dan efek jera terhadap para pelanggar.  Intinya adalah menghambat penggunaan mobil pribadi, dan mengistimewakan penggunaan angkutan umum, dimana masyarakat terpaksa naik angkutan umum karena pertimbangan biaya yang lebih murah dan juga tingkat kesulitan yang lebih rendah.

Selain itu perlu adanya pembatasan permintaan dan pemasaran mobil murah ini khususnya di kota-kota besar dengan sistem kuota jangan menggunakan unlimited, dimana pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengatur dan membatasi penjualannya.

Berbagai upaya yang dilakukan tentunya memerlukan empat aspek penting yaitu koordinasi, sinergi, komitmen dan konsisten dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya, karena tanpa keempat aspek tersebut semua upaya tak akan berhasil atau sia-sia belaka.

Sumber : Tribune News

Persaingan Industri Sepeda Motor

Pasar Sepeda Motor: Yamaha Vs Honda (Indonesia)

Jumat, 14 November 2008. Dominasi Honda motor di kendaraan roda dua di Indonesia sampai saat ini belum terpatahkan oleh para pesaingnya. Bahkan, dalam kurun waktu 9 bulan ini Honda mampu mencatatkan penjualan sebanyak 2.248.171 unit.

Angka ini sudah melampaui total penjualan Honda pada tahun 2007 yang mencapai 2.141.015 unit.

Sampai akhir tahun 2008, Honda diperkirakan masih mampu menjual sekitar 600.000 hingga 700.000 unit sehingga total penjualan Honda menjadi sekitar 2,7 juta hingga 2,8 juta unit.

Dalam catatan angka, Honda sampai saat ini memang masih menjadi raja di pasar sepeda motor. Namun, kendati posisinya masih teratas dan volume penjualan terus meningkat, dari sisi pangsa pasar Honda terus tertekan dengan pesaingnya. Bahkan, rentang penguasaan pasar Honda dengan pesaingnya, terutama Yamaha, makin menciut.

Bahkan, pangsa pasar Honda yang sejak era tahun 1980-an hingga 2003 selalu di atas 50 persen kini melorot. Sementara posisi pangsa pasar Yamaha yang awalnya hanya berada di kisaran 20 persen justru mampu digenjot jauh di atas angka tersebut. Kian lama posisi Yamaha kian mendekati Honda. Namun, sayangnya laju Yamaha di pasar tertahan oleh kapasitas terpasang pabrik yang hanya mencapai 2,4 juta unit per tahun. Sementara Honda sudah mencapai kapasitas terpasang sebanyak 3 juta unit.

Sebagai gambaran, pada tahun 2003, pangsa pasar Honda masih jauh di atas pesaingnya, yakni 56,11 persen. Sementara Yamaha hanya menguasai pangsa pasar 22,22 persen. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Yamaha memacu kinerjanya, memperbaiki strateginya di pasar, dan mempertajam konsep promosi, serta memperkuat solidaritas dan intensitas komunikasi dengan komunitasnya.

Pada saat yang bersamaan, manajemen Yamaha juga memperbaiki kualitas produksi, termasuk meningkatkan performa teknologi mesin dari dua langkah menjadi empat langkah. Putaran mesin pun dibuat diperbaiki sehingga menjadi lebih cepat. Bahkan, untuk produk tertentu mesin motor Yamaha dilengkapi dengan pendingin air sehingga daya tahan mesin menjadi lebih kuat.

Pasar sepeda motor sport, bebek, dan matik dipoles dan dibentuk untuk memenuhi segmen anak muda dan perempuan. Strategi yang dijalankan secara komprehensif itu ternyata ampuh. Pangsa pasar Yamaha pada tahun 2004 naik menjadi 22,44 persen, sedangkan pangsa pasar Honda terpangkas menjadi 52,36 persen.

Tahun 2005, pangsa Yamaha kembali naik menjadi 24,13 persen, sedangkan Honda kembali terpangkas menjadi 52,19 persen. Dalam posisi persaingan ketat di pasar karena merosotnya daya beli sebagai imbas kenaikan harga bahan bakar minyak, manajemen Honda mencoba perbaikan pemasaran. Hasilnya, pangsa pasar Honda bisa diperbaiki dan naik jadi 52,86 persen.

Namun, ironisnya pada saat Honda tengah merayap, Yamaha justru berhasil mencuri sisa ceruk pasar yang seret itu. Pangsa pasar Yamaha pada tahun 2006 melompat menjadi 32,94 persen. Penurunan angka penjualan itu belum mampu menjadi wake up call bagi manajemen. Mereka masih menganggap yang teratas di industri sepeda motor.

Begitu sadar, nasi telah menjadi bubur. Pangsa pasar mereka anjlok tinggal menjadi 45,67 persen, sedangkan posisi Yamaha sudah semakin dekat menjadi 39,11 persen. Pada tahun itu angka penjualan Honda mencapai 2.141.015 unit, sedangkan Yamaha 1.833.506 unit.

Anjloknya pangsa pasar ini seolah menjadi tamparan bagi manajemen Honda. Manajemen mencoba lebih agresif, baik dalam hal inovasi produk, promosi, maupun penetrasi pasar. Bahkan, mereka melakukan revolusi pada perubahan model dan gaya.

Di jenis sepeda motor bebek, misalnya, paling tidak tiga kali mereka melakukan inovasi produk selama tahun 2007 hingga 2008. Demikian juga di jenis kendaraan matik, dalam kurun waktu satu tahun lebih melakukan inovasi produk hingga dua kali, terakhir adalah New Honda Tiger.

Hasilnya lumayan. Pangsa pasar Honda sedikit membaik. Selama sembilan bulan tahun 2008, pangsa pasarnya sudah mencapai 46,29 persen, sedangkan Yamaha dengan total penjualan sebanyak 1.853.221 unit dengan pangsa 38,5 persen.

Belum selesai

Persaingan kedua pemain ini belum selesai. Masih ada sisa waktu dua bulan ke depan. Peluang bagi Honda untuk meningkatkan pangsanya masih sangat mungkin. Namun, jangan lupa, selama ini Yamaha jauh lebih jitu membuat strategi.

Terbukti di tengah situasi sulit pada tahun 2006, Honda yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat dalam banyak hal bisa diambil sebagian pangsa pasarnya. Bagi manajemen Yamaha Jepang, Yamaha Indonesia begitu penting karena merekalah satu-satunya pabrikan di dunia ini yang pernah membuat sejarah mampu mengalahkan dominasi Honda di pasar, meski hanya beberapa bulan.

Jatuhnya harga komoditas agro, tambang, dan krisis global bisa menahan laju pasar. Biasanya dalam situasi sulit seperti sekarang, manajemen Yamaha lebih solid dan cerdik untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Siapkah Honda menghadapi Yamaha?

Sumber : Harian Kompas

Kemajuan Industri Otomotif Indonesia

Perkembangan dunia otomotif belakangan ini memang mengalami kemajuan yang cukup pesat, ini bisa dilihat dari penjualan mobil baru di Indonesia, untuk tiga bulan pertama, periode Januari sampai Maret 2012 naik 11% dibanding tahun kemarin.

Dari data penjualan mobil yang diperoleh dari anggota GAIKINDO, penjualan mobil baru dari ATPM/Distributor ke Dealer (Wholesales) mencapai angka 250.500 unit kendaraan. Sementara pada periode yang sama tahun kemarin, penjualan mobil baru mencapai angka 225.750 unit.

Alhasil, persaingan peringkat untuk penjualan mobil antara ATPM sangatlah ketat, berbagai upaya dilakukan, seperti menggeluarkan mobil terbaru dari pabrikan-pabrikan otomotif. Sekarang ini penjualan terbesar, di posisi pertama, masih dikuasai oleh pabrikan Jepang, Toyota yang mendominasi pasar mobil di Indonesia dengan market share mencapai 38%. Total penjualan mobil Toyota selama Januari sampai Maret tercatat sebanyak 96.050 unit.

Kontributor terbesar atau yang memberikan angka penjualan tertinggi bagi PT Toyota Astra Motor, ATPM Toyota di Indonesia, tetap disumbangkan oleh mobil MPV terlaris yaitu Toyota Avanza.

Di peringkat kedua sampai kedelapan, ditempati oleh merk-merk mobil Jepang. Berurutan setelah Toyota adalah Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, Hino, Honda dan Isuzu.

Sebagai catatan, pada tahun-tahun sebelumnya Honda selalu berada di peringkat 5 besar, namun sejak ada bencana gempa di Jepang dan banjir di Thailand, ATPM Honda di Indonesia mengalami kekurangan supply dari pabrik Honda di Jepang dan Thailand, dan ini berpengaruh terhadap angka penjualan, sehingga posisi Honda sekarang berada di peringkat 7. Bahkan pada bulan sebelumnya, angka penjualan mobil baru Honda berada di bawah Isuzu.

Sementara terjadi pergeseran di posisi 9 dan 10 angka penjualan terbanyak, yaitu Kia menggeser Ford. Tingginya penjualan pabrikan asal Korea ini disumbangkan oleh All New Kia Picanto yang menjadi favorit di segmen city car dan All New Kia Rio di segmen hatchback.

Di luar 10 besar merk mobil terlaris 2012, beberapa merk mobil yang memperoleh angka penjualan cukup baik diantaranya Mazda, Hyundai, Proton dan Mercedes Benz.

Sedangkan penjualan pasar mobil Indonesia pada tahun ini bisa sampai 1,1 juta unit. Tahun depan kalau memang hambatannya berpengaruh, pasar mungkin akan tetap di 1,1 juta. Tapi masih ada kesempatan untuk berkembang, mungkin optimisnya bisa sampai 1,2 juta unit.

Penjualan mobil di Indonesia sejak Januari sampai November sendiri sudah menyentuh level tertinggi yakni di angka 1 juta unit atau tepatnya 1.026.602 unit untuk penjualan wholesales. Ini pertama kalinya Indonesia mencetak angka penjualan mobil sebanyak itu.

Sementara untuk penjualan retail, 11 bulan di 2012 tercatat telah mencapai angka 996.361 unit. Sedangkan Mitsubishi menurut Okamoto memiliki target penjualan di angka 140 ribu unit. Dan bila melihat data penjualan hingga November, besar kemungkinan target Mitsubishi itu akan tercapai. Sebab, hingga bulan November lalu, sudah ada 138.778 unit yang terdistribusi.

Prediksi Penjualan 2013

Melihat kondisi pasar yang terus berkembang, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) optimistis penjualan mobil tahun depan naik 10% dari realisasi tahun ini yang mencapai 1 juta unit, akibat kondisi makro ekonomi di Indonesia menunjukkan tren positif.

“Sepanjang daya beli masyarakat terus membaik, maka penjualan mobil akan tetap tinggi. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda menurunnya permintaan untuk kendaraan roda empat,” kata Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto.

Pasar otomotif nasional, menurut Yongkie, dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas politik dan keamanan, tingkat suku bunga serta likuiditas.

“Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di atas 6% merupakan faktor yang mendorong pertumbuhan industri otomotif karena terkait dengan tingkat kemampuan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan tingkat suku bunga dan likuiditas, lanjut Yongkie, agen pemegang merek (APM) diharapkan tidak ikut diperketat karena 70% konsumen Indonesia membeli mobil melalui jalur kredit.

Jika tidak ada kendala yang dapat mempengaruhi faktor tersebut, maka pasar kendaraan bermotor pada 2013 diharapkan bisa tumbuh hingga 10%. Yang dikhawatirkan adalah penyeragaman aturan uang muka syariah sebesar 30% pada April 2013, katanya.

Proyeksi pertumbuhan 10% itu memang belum memperhitungkan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau “low cost and green car” (LCGC). Karena, pasar mobil LCGC diproyeksikan mencapai 150.000 unit per tahun. Jika harga mobil LCGC Rp80 juta per unit, maka ada tambahan omzet industri otomotif nasional sekitar Rp12 triliun per tahun.

Sumber : Neraca

Perkembangan Sepeda Motor Di Indonesia

Sejarah Motor Honda


Lahir pada 17 November 1906 di Komyo Jepang tengah.
Ayahnya adalah tukang reparasi alat2 pertanian.
Dan pada umur 16 tahun, Honda sudah tidak mau melanjutkan sekolah lagi.
Dia juga bukan orang yang pintar disekolahnya.
Hobinya balap dan minatnya sangat tinggi pada bidang mesin
(mobil,motor, alat pertanian)
Singkatnya, orang ini banyak kegagalanya.
Cita-citanya tinggi dan keranjingan akan penemuan-penemuan baru (riset).
Nah kalo diterusin tentang Soichiro Honda ini sangat panjang..
OK…
Kita langsung ke suksesnya tentang Motor saja ya..Dimulai tahun 1946 setelah perang dunia Ke-II, transportasi yang murah
sangat dibutuhkan. Saat itu Honda memakai mesin 50cc hasil modifikasi
dari bekas mesin-mesin perang. Tahun 1949 Honda betul2 murni membuat
Model D (Dream) dan dikembangkan menjadi Benly.

Model International yang berhasil dibuat adalah CB model.
Yaitu CB72-250cc, CB77-305cc.
Tetapi model-mode ini memakai frame yang kurang baik, yaitu press frame.
Lalu diperbarui dengan Frame yang lebih baik sehingga dapat diterima pasar
International seperti model CB 92.

CB77 Sky Hawk , model ini cukup diperhitungkan karena mampu bersaing
dengan motor-motor buatan inggris (dan modelnya pun hampir sama)

Tahun 1958 Honda membuat C100 Super Club (jenis sport).
Motor ini menjadi best selling pada saat itu karena sangat nyaman dikendarai.
Sukses dengan ini semua Honda memulai membuat motor yang lebih besar (Moge).
Pada tahun 1965, CB450 mencoba bersaing dengan motor-motor buatan Inggris.
Tapi tidak bisa karena market tetap memilih motor-motor buatan inggris.

Maka Tahun 1969, dikeluarkan CB750 dengan andalan 4 clynder-nya.
Motor ini mencapai sukses besar dan selalu habis terjual, karena motor ini
benar-benar smooth untuk dikendarai.

CB500 (tahun 1971) dan CB400 (tahun 1975), keduanya adalah penerus dari CB750,
karena CB750 sendiri kehilangan popularitasnya pada tahun 1971.
Maka penerusnya lah yang kembali sukses di pasar.

Pada Tahun 1980-an, Honda menciptakan pembaruan di dunia permotoran dengan
menciptakan Gold Wing.
Jenis ini sangat disukai di USA dan Eropa.
Motor dengan Full Fairing ini sebenarnya telah diaplikasikan pada type GL1000
Gold Wing tahun 1975 di Jepang.

1982, Honda kembali membuat gebrakan menciptakan motor mewah.
New Model Gold wing dengan nama Aspencade.
Motor ini dilengkapi dengan: Backrest (senderan boncenger), Sound system (Music)
dan sistem adjustment dengan computer dan lain lain.

Lalu pada tahun 1988, GL1500 kembali dibuat dan jenis Gold wing ini benar-benar
sangat komplit dengan assesories-nya yang dilanjutkan dengan GL 1800 yang melebihi
keunggulan GL 1500….. luar biasa….

Sebenarnya Honda memang sukses dengan model Gold Wing, tapi tidak dengan
model Sport-nya. CBX1000 tahun 1978, sama sekali tidak mencapai sukses dan
motor ini dikenal dengan nama lain CBX-B

Kesuksesan pada motor balapnya cukup spektakuler.
CB1100R , 4 clynder yang powerful dan CX500 serta CX650 yang dilengkapi
dengan Turbo.

Kemudian motor super mahalnya, Honda pun menjadi kebanggaan tersendiri
bagi penggemar Honda NR 500 beautiful design.

Tidak mau kalah dengan Harley Davidson, Honda mengeluarkan V4 Engine
400cc dan 1000cc dengan nama VF, tapi tidak sukses pada tahun 1980.
VFR 750 R adalah perbaikan dari VF pada tahun 1988.
Yang ini sempat mendapat julukan high speed touring motorcycle. cukup sukses.
Kemudian dilanjutkan jadi VFR 750L tahun 1990 dan VFR800FI pada tahun 2002,
dan tetap mendapat julukan for High speed touring.

Selain itu tahun 1987, CBR600F dan pembaruanya CBR600RR tahun 2003 juga
cukup sukses. Hasil riset dengan mesin yang powerful dan body ringan diaplikasi
pada model Fireblade CBR900RR tahun 1992 lalu CBR929RR

Sejarah Motor Suzuki


Michio Suzuki (nama orang), adalah pemilik usaha yang membuat alat (peralatan)
untuk menenun Sutra…
Usaha ini di mulai pada tahun 1909an.Seperti kita ketahui, setelah Perang Dunia ke 2 banyak, perusahaan-perusahaan
yang gulung tikar karena adanya krisis yang menyeluruh.
Begitu juga perusahaan Suzuki ini tidak luput dari masalah keuangan.
Akhirnya pada tahun 1952, Suzuki mencoba membuat Bracket untuk mesin tempel
pada sepeda Sepeda buatan Suzuki yang pertama dinamakan Power Free
(untuk kapasitas 36 cc), lalu dilanjutkan dengan Diamond Free (utk Kapasitas 60cc).

Dan pada tahun 1954, Suzuki mencoba membuat sepeda motor pertamanya dengan
nama COLLEDA 90cc. Tidak banyak yang bisa dilakukan Suzuki saat itu.
Sampai tahun 1960-an hanya memproduksi sedikit karena permintaan export
tidak banyak.

Pada tahun 1967, Suzuki mencoba membuat T500 dan diexport
ke Amerika dan Inggris dengan nama Titan (USA) atau Cobra (Inggris).
Karena dinilai cukup sukses maka T500 terus dikembangkan sehingga menjadi
GT500 yang terus diproduksi hingga tahun 1977.

Sebenarnya tahun1971, Suzuki membuat GT750 (Water Buffalo) tapi tidak sukses
untuk pasar Superbike didunia pada saat itu.
Dilanjutkan pada Tahun 1976, Suzuki membuat GS750 sebagai perbaikan dari
GT750. GS750 ini sangat cepat menjadi populer (cukup sukses).

Kemudian dilanjutkan menjadi GS1000 pada tahun 1978.
GS 1000 ini mencapai sukses yang luar biasa dan sangat diterima market saat itu.
Kesuksesannya ada pada frame terlihat lebih kokoh dibanding motor-motor
lain saat itu. GS 1000 dikembangkan menjadi GSX 1000 ditahun 1980 dan
GSX 1100 Katana di tahun 1982
Disinilah Suzuki mencapai sukses besar karena model ini dikenal power full
(kencang larinya), style-nya yang modern, body ringan dan harganya yang
sangat kompetitif.

Pada tahun 1986, kembali Suzuki membuat gebrakan dengan model andalanya
GSX-R750 dan GSX-R 1100.
Wah.. yang ini terkenal sebagai motor super cepat pada saat itu, karena model
ini benar-benar mengadobsi motor balap beneran…
tapi memang diperuntukan dijalan raya… jadi ya…. kuenceng banget larinya…..
GSX-R750 terus diproduksi sampai saat ini …(karena good sale),
Tetapi GSX-R 1100 Suzuki mengalami kerugian karena penjualan tidak baik,
dan distop produksinya.

Kemudian di tahun 1990an, GSX-R 1100 dicoba didesign ulang, tetapi tetap
kurang mencapai kesuksesan.
Maka pada tahun 1999, Suzuki membuat gebrakan yang kesekian kalinya dengan
memproduksi GSX-1300R yang kita kenal dengan nama HAYABUSA yang
sekaligus menjadi motor jalanan (street bike) yang tercepat didunia …
karena kecepatan mencapai 310km/jam.
Note:
Masih banyak model-model Suzuki,
tapi yang kita bahas disini adalah yang menjadi model andalan Suzuki didunia…

Sejarah Motor Yamaha


Torakusu Yamaha (nama orang) dia adalah pembuat jam dan suka akan musik…
Dia lah yang menciptakan Organ pertama di Jepang pada tahun 1887.
Menjelang Perang dunia ke 2, Torakusu Yamaha mendapat pesanan
untuk membuat propeler (baling2 pesawat tempur jepang).
Memang pada perang dunia ke 2, semua home industri dimanfaatkan
untuk memproduksi alat perang apapun.

Karena keterlibatanya ini maka pabrik Torakusu Yamaha jadi sasaran
Bom tentara AS dan sekutunya….(hancur lebur berantakan).
Setelah perang berakhir, maka Torakusu Yamaha kembali membangun
pabrik pembuat alat musik tahun 1955 dibawah bendera
NIPPON GAKKI di daerah Hamamatsu..
Memang Hamamatsu ini adalah pusat sepeda motor di Jepang,
dan entah kenapa Suzuki dan Honda pun beasal dari sini.

Atas pengetahuanya tentang permesinan pada pesawat tempur
(karena membuat propeler), maka pengetahuan ini diaplikasikan
untuk membuat sepeda motor.
Sepeda motor pertama yang dibuat YA 1 (赤蜻蛉),
huruf kanji ini artinya AKA TOMBO (Red Dragonfly) –>Capung Merah..
Sebenarnya ini nama pesawat tempur Jepang yang terkenal,
itulah sebutan Motor Yamaha pertama…
Warna motor ini dianggap aneh..
karena saat itu semua motor adalah Hitam.
Jadi hanya Yamaha yang merah.

Yamaha berhasil menancapkan bendera sebagai pembuat motor 2 tak
terbaik terutama Model YDS 250cc tahun 1960 dan YR1 350cc.
Pada tahun 1970 dilanjutkan membuat YR 5, nah motor ini lah yang
terkenal ringan dan relatif terjangkau harganya
dibanding motor2 dikelasnya saat itu.

Tahun 1969an, sebenarnya Yamaha mulai mencoba membuat mesin 4 langkah
(4 Tak) dengan model XS 1 650cc sangat sukses di Inggris
dan model ini memasuki pasar Amerika pada tahun 1980an
dan juga sukses di Amerika.

Dan kesuksesan Yamaha didunia sepeda motor mendominasi
pasar motor dunia setelah Yamaha mengeluarkan FZR 750 dan
FZR 1000 yang terkenal sangat sukses di tahun 1980an.
Motor inilah motor Jepang yang melakukan improvement spektakuler,
karena mengaplikasi up side down pada fork depan, sasis yang sangat stabil,
dan exhaust system.

Trend motor sport touring pada tahun 1984 an yamaha mengeluarkan FJ 1100 dan dilanjutkan FJ 1200 pada tahun 1986an. M
odel ini populer sampai tahun 1990an.

Kesuksesan demi kesuksesan Yamaha terus berlanjut,
Sampai tahun 1996 lahirlah YZF-R6 dan YZF-R1 (1000cc).
Motor ini terkenal dengan design nya yang cantik,
handling juga sip, lalu power luar biasa….
Kalo mau style pilihlah kedua model ini ….
begitulah diibaratkan saat itu.

Dan akhirnya tahun 2001 diluncurkan YZS 1000 dan ini
adalah versi Road bike.
Sebenarnya model ini masih sama menggunakan enginenya R1.

Sejarah perkembangan mobil di Indonesia

 

Home » , » Sejarah Perkembangan mobil di Indonesia

Sejarah Perkembangan mobil di Indonesia

 

Sejarah Perkembangan mobil  di Indonesia

Kata Bung Karno Jangan sekali kali melupakan sejarah atau yang dikenal sebagai Jas Merah. Sekali kali kita ngomong sejarah, bukan sembarang karena masih ada hubungannya dengan dunia otomotif. Dari blog sibabiat.multiply.com ada cerita yang mungkin bisa menambah wawasan kita.
Siapa pemilik mobil pertama di Indonesia ? pertanyaan sederhana tetapi susah menjawabnya. Dan ternyata orang Indonesia pertama yang tercatat sebagai pemilik mobil adalah Pakubuwono ke X alias PB X yang berasal dari Solo, pada tahun 1894. Mobilnya bermerk Benz, tipe Carl Benz tetapi di dapurpacu.com disebut sebagai Benz phaeton, beroda empat. Ternyata waktu itupun untuk memiliki sebuah mobil harus indent, karena diperlukan waktu satu tahun persiapan pembuatannya. Tipe mobil yang dipesan ini memiliki banyak variasi dan dibuat sesuai dengan pesanan PB X. Adalah John.C.Potter seorang penjual mobil alias sales pertama di Indonesia mendapat kepercayaan untuk mengurusi pengirimannya dari Eropa.
Hebatnya, kehadiran ini berarti hanya berselang delapan tahun setelah Karl Benz membuat mobilnya yang pertama, yang diakui sebagai mobil pertama di dunia. Mobil Benz phaeton yang dipesan dari Eropa seharga 10.000 gulden  itu menyandang mesin 1-silinder, 2,0 liter, bertenaga 5 hp, menggunakan roda kayu dan ban mati (ban tanpa udara), serta dapat memuat delapan orang.
Masuknya mobil pertama ke Surakarta pada 1894, membuat Indonesia berada dua tahun di depan sang penjajah Belanda, yang baru menerima mobil pertamanya di Den Haag pada 1896. Indonesia memiliki mobil juga jauh lebih awal dari Thailand yang menerima mobil dengan merk Benz yang pertama, pada tanggal 19 Desember 1904, mobil Benz bagi Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V). Mobil itu dipesan  Duta Besar Thailand untuk Prancis dari Automobile-Union Paris milik Emil Jellinek yang terletak di 39 Avenue des Champs Elysees, Paris.
Mobil Benz phaeton milik Pakoe Boewono X terakhir terlihat di muka umum pada 1924, sewaktu mobil itu akan dikapalkan ke Belanda melalui pelabuhan Semarang untuk diikutsertakan dalam pameran mobil RAI. Tidak diketahui di mana keberadaan mobil tersebut sekarang, tapi mobil serupa bisa ditemukan di Museum Mobil Leidschendam, Belanda bagian selatan.
Pada tahun 1907 salah seorang keluarga raja lain di Solo, Kanjeng Raden Sosrodiningrat membeli sebuah mobil merk Daimler. Mobil merk ini memang tergolong mobil mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang berkedudukan tinggi. Mobil ini bekerja dengan empat silinder sama dengan kendaraan yang dipakai oleh Gubernur Jenderal di Batavia. Malahan ada kabar burung, bahwa dibelinya mobil Daimler tersebut oleh keluarga PB X Surakarta, disebabkan karena PB X tidak mau kalah gengsi dengan Gubernur Jenderal.
Sebelumnya, ketika Gubernur masih menggunakan mobil merk Fiat atau sebuah kereta yang ditarik dengan 40 ekor kuda, tidak seorang pun berani menyainginya. Tetapi tiba-tiba saja PB X Solo memesan mobil dari pabrik dan merk yang sama, Kanjeng Raden Sosrodiningrat memesan mobil Daimlernya lewat Prottel & Co.
Orang Indonesia lainnya yang juga dari keluarga kesultanan yang memiliki mobil pribadi ialah Sultan Ternate pada tahun 1913. Keinginannya untuk memiliki dan mengendarai sendiri ‘kereta setan’, setelah merasakan nikmatnya duduk di kendaraan merk King Dick yang dibawa oleh seorang Belanda dalam perjalanan keliling Maluku.
Sultan begitu terkesan dan langsung memesan sebuah mobil yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya, tidak seperti King Dick yang beroda tiga, tetapi Sultan Ternate menginginkan kendaraan roda empat yang bisa dibawa kemana saja bila ia inginkan.
Ada juga orang Indonesia yang lain, sebagai pemilik mobil pertama untuk daerahnya, di Pekalongan. Namanya Raden Mas Ario Tjondro, Bupati Berebes. Di tahun 1904 mobilnya sudah kelihatan mondar-mandir di kotanya. Mobilnya merk Orient Backboard, mobil ini dilengkapi dengan persneling maju dan mundur. Tetapi hanya memiliki satu silinder dan berkekuatan delapan PK, serta menggunakan tenaga rantai untuk menggerakan roda-rodanya.
Pada 1902, mobil pertama hadir di Pulau Sumatera. Mobil itu adalah Benz milik Prof Dr W Schrüffner di Medan, yang kemudian menjadi Kepala Deli Automobile Club. Mobil Benz itu bermesin 2-silinder, berpendingin air, bertenaga 5 hp. Lampu depannya menggunakan sepasang lentera. Prof Dr W Schrüffner membeli mobil Benz-nya yang kedua pada 1910, yakni sebuah Benz Persival, sedangkan British Daimler yang bertenaga 38 hp dimiliki FA Folkersma di pabrik gula Ketanen, Gempolkerep, Mojokerto, Jawa Timur.
Ramainya pasar jual-beli mobil, menggugah minat para pengusaha kuat untuk bertindak sebagai importir mobil. Gagasan untuk terjun ke dalam dunia dagang sektor impor kurun waktu itu memang masih sangat langka. Disamping belum adanya kepastian hukum, juga semangat beli masih bisa dihitung dengan jari. Maka bermunculanlah perusahan-perusahaan baru yang menjanjikan jasa kepengurusan pengiriman mobil dari negeri asal. Baik dari Eropa maupun dari Amerika. Namun hanya ada beberapa nama saja yang bisa bertahan sampai tahun-tahun menjelang Perang Dunia ke II. Diantara mereka adalah R.S Stockvis & Zonnen Ltd, yang tidak saja mengurus pesanan mobil-mobil Eropa maupun Amerika tetapi juga menyediakan suku-suku cadang lain yang diperlukan untuk mobil dan motor. Juga nama Verwey & Lugard dan Velodrome yang berkantor pusat di Surabaya.
Nama-nama lain yang kurang menerima pesanan impor seperti pemilik mobil O’herne yang juga memiliki mobil Peugeot juga akhirnya berminat menjadi perantara importir mobil seperti merk yang dimilikinya. Juga nama H.Jonkhoff yang berangkat dari pengusaha Piano kemudian menanamkan modalnya untuk bertindak sebagai agen impor mobil dari Amerika seperti merk Ford, Studebaker dan mobil-mobil keluaran Jerman, Darraq, Benz, Brasier, Berliet dan lainnya. Ada juga usaha untuk mendatangkan mobil-mobil Italia dan Perancis yang pada saat itu di Batavia kurang mendapat pasaran. Namun ternyata, setelah ditangani dengan publikasi/promosi yang baik produksi kedua negara tersebut jadi banyak dibeli, terutama mobil merk Fiat yang mungil bentuknya namun bertenaga besar. Cabang para importir mobil tersebut bukan hanya di Batavia dan Surabaya, tetapi ada juga di Semarang, Bandung, Medan dan kota lainnya.
Semoga bermanfaat.

Perkembangan sepeda motor dari zaman ke zaman

Sejarah Motor

 

Sepeda motor pertama kali muncul pada tahun 1868 diciptakan oleh Sylvester Howard Roper. Pada dasarnya sepeda motor ini hanya sepeda yang menggunakan mesin uap untuk menggerakannya.
Sepeda Motor yang pertama kali menggunakan bahan bakar bensin muncul adalah 1885 Daimler Reitwagen
1900-1955
Tahun tahun ini ditandai dengan munculnya nama nama besar dalam industri sepeda motor di masa masa sekarang.
1902 – Triumph
1903 – Harley-Davidson (Harley-Davidson Motor Company)
1946 – Honda (The Honda Motor Company)
1952 – Suzuki (Suzuki Motor Co., Ltd.,)
1954 – Kawasaki
1955 – Yamaha (Yamaha Motor Corporation)
Triumph 1917
1945-1985
Tahun ini adalah era dimana industri sepeda motor mengalami perkembangan, di amerika terdaftar 5.4 juta sepeda motor .
Honda 305 Dream
BMW 1973
1978-1987
Sepeda motor sangat popular pada masa masa perang dunia ke dua, banyak orang ingin memilikinya, dan penjualan sepeda motor pun meningkat, tapi tidak sampai tahun 1960 an sepeda motor menjadi benar benar popular. 1962 boleh dibilang tahun tersukses dimana muncul iklan dari honda yang merubah segalanya. Slogan Honda “You meet the nicest people on a Honda” menjadi sangat terkenal dan merubah dunia otomotif roda dua di Amerika. Dalam waktu 3 tahun, sepeda motor yang terdaftar di amerika meningkat menjadi dua kali lipat, dan 5 tahun kemudian 1970 jumlahnya kembali meningkat dua kali lipat. Dalam waktu 10 tahun jumlah sepeda motor meningkat dari 646,000 menjadi 5000000 di tahun 1975… thanks to Honda ..
Akan tetapi pada tahun 1980an penjualan sepeda motor di amerika mengalami penurunan drastis, era tersebut di prediksi sebagai kehancuran sepeda motor. Industri sepeda motor bahkan menelurkan motor motor tipe baru, sport, cruiser, touring, tapi boleh dibilang tidak ada efek dalam penjualan sepeda motor kala itu..
Honda Goldwing Interstate 1980
Yamaha XS650SE 1979
Honda CB400N 1983
1980 Akhir — Bangkitnya Industri Sepeda Motor
Penjualan sangat buruk 10 tahun terakhir, dealer dealer yang survive dalam keadaan yang buruk.. akan tetapi dengan keadaan ekonomi yang meningkat dan stabil awal 1990 an di Amerika, penjualan pun kembali meningkat, masyarakat Amerika saat itu bahkan mampu membeli sepeda motor yang lebih mahal sekalipun. Dua hal yang tidak terduga terjadi, biker biker tua tahun 70 an kembali bernostalgia menjadi biker lagi.. dan kalangan muda dan anak anaknya pun ikutan menjadi biker ..
Honda VF500 1986
Honda VT500 Shadow
Masa Masa Sekarang
Industri berkembang pesat, inovasi baru bermunculan.. masa masa sekarang adalah masa terbaik bagi industri sepeda motor…
SUZUKI GS500E 2003
Suzuki GSX600F
Masa Depan Sepeda Motor

Perkembangan mobil dari masa ke masa

PERKEMBANGAN MOBIL DARI MASA KE MASA

Berawal dari sejarah seorang ilmuwan bernama Henry Ford. Ia adalah orang pertama yang membuat mobil menggunakan mesin uap. MOBIL pertama dengan prinsip kendaraan bermotor berhasil ditemukan pada tahun 1769. Penemunya adalah Nicholas Joseph Cugnot (1725-1804), dengan mobil bermesin tenaga uap air. Kemudian teknologi mesin uap ini lebih banyak digunakan sebagai tenaga penggerak lokomotif kereta api. Seperti roda mobil, revolusi mesin penggerak kendaraan terus menggelinding. Setelah temuan mesin uap, kini giliran mesin dengan tenaga uap minyak bumi yang diterapakan untuk menggerakkan kendaraan.

Seiring berkembangnya dari masa ke masa akhirnya para penemu berhasil membuat mobil dengan berbahan bakar bensin. Penemu tersebut bernama Karl Benz yang lahir di Jerman.  Walaupun pada saat yang bersamaan Gottlieb Daimler yang berpasangan dengan Wilhelm Maybach juga bekerja meneliti mesin dengan bahan bakar bensin juga, Benz terlebih dahulu menyelesaikan penemuan itu dan mempatenkan penemuan tersebut pada tahun 1879.
Tahun 1885, Karl Benz membangun Motorwagen, mobil pertama yang dijual secara komersil. Mobil tersebut adalah mobil dengan mesin empat langkah dengan bahan bakar bensin hasil rancangannya. Benz juga merupakan penemu dari komponen mobil seperti pengapian mobil, busi, sistem transmisi mobil, radiator air dan karburator.